Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan bupati Bernama Ir. Nico Biringkanae. Ibu kota kabupaten ini adalah Makale. Sebelum pemekaran, kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.203 km² dan berpenduduk sebanyak 221 .081 jiwa (2010). Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan.

      Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008, bagian utara wilayah kabupaten ini dimekarkan menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibukota Rantepao.
   
      Tana Toraja adalah salah satu daya tarik wisata Indonesia dan merupakan obyek wisata paling terkenal di Sulawesi Selatan, sangat diminati para wisatawan karena sejak dulu suku toraja terkenal sangat kental menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat dari leluhurnya. Maka dari itu jika anda berkunjung ke Sulawesi Selatan, tempat ini tidak boleh anda lewatkan.

      Salah satu yang menjadi daya tarik andalan Tana Toraja dan sekaligus membuat kami penasaran akan rumor yang beredar adalah tempat wisata “Negeri diatas awan LOLAI Toraja Utara” Tanggal 01/10/2016, Kami dari Komunitas Nitamata berangkat dari kota Sidrap sekitar pukul 10:00pm menuju Tana Toraja. Menyusuri jalan sambil bersenda gurau bersama dengan teman kami melewati daerah pegunungan yang cukup panjang, salah satu yang menjadi jalur perjalanan kami adalah kota Massendreng Pulu Enrekang. Jalan yang yang dilalui cukup sulit karena terdapat banyak tikungan tajam dan tanjakan yang cukup tinggi bersebelahan dengan jurang membuat kami sedikit kesulitan dalam perjalanan, Namun tidak sedikitpun menurunkan semangat kami yang membara (kek drama :p).

      Setelah menempuh perjalanan yang panjang dan berliku-liku sambil basah-basahan dilanda hujan (Seperti Kisah Aku dan Kamu :p) akhirnya tiba juga di daerah tujuan kami yang pertama, kenapa yang pertama? Ya, Karena memang kami berencana untuk berkunjung di berbagai tempat wisata yang ada di Tana Toraja (Sekali dayung 2-3 pulau terlampaui :D hihih...). kami sampai di Negeri di atas awan LOLAI sekitar pukul 5:00, dengan cahaya yang mulai gelap kami melalui jalan menanjak kurang lebih 11Km dengan kondisi jalan yang banyak berlubang ditambah lagi cuaca hujan membuat jalanan becek dan licin memaksa kami untuk ekstra berhati-hati. Sesaat setelah tiba dilokasi tujuan kami bergegas memarkir kendaraan dan membeli tiket masuk seharga Rp.15.000/Orang, setelah itu mencari tempat untuk beristirahat dan menginap semalaman, Penginapan yang kami tempati dikenakan biaya Rp120.000/Malam.

      Saat menyebut kalimat diatas awan, maka secara otomatis yang terlintas dipikiran kita adalah sesuatu yang tinggi dengan suhu yang sangat dingin. Ya, benar, tempat ini memiliki udara yang tipis sehingga membuat suhu disekitar sangat rendah bahkan saya merasa seperti berada didalam lemari pendingin (#bodoamat) dan karna itulah selama berada dilokasi tidak ada satupun dari kami yang berani menyentuh air kecuali untuk Sholat/buang Air (intinya disini gak ada yang mandi :v wkwkkw ngaku anak traveler tapi takut aer dingin :3)

      Ayam mulai berkokok dan kicauan suara burung mulai terdengar dicela embun pagi, suasana keramaian diluar kamar seakan menjadi pertanda hari baru telah tiba. Setelah sholat subuh kami bersiap dan menuju tempat khusus untuk menyaksikan keindahan matahari terbit dari ketinggian. Sesaat setelah matahari terbit yang terlihat dimata saya adalah lautan putih yang tebal menyelimuti kota Toraja dari ketinggian!! Maka Nikmat Tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa mempesona dan menyejukan jiwa dan raga!! Hanyalah awan putih bergelombang sejauh mata memandang yang membuat saya berdecak kagum akan keindahannya. Perjuangan, Hambatan, Rasa lelah dan berbagai permasalahan yang kami lewati untuk sampai ketempat ini serasa menghilang terbawa angin dan pecah diantara awan-awan yang lembut itu.

      Dengan hati yang senang dan jiwa yang tenang, kami menikmati suasana ditempat ini sambil berfoto selfie dan mengabadikan beberapa gambar menarik yang akan dipamerkan melalui Media Sosial dan Blog Official NITAMATA, ini adalah salah satu pengalaman luar biasa yang tidak akan saya lupakan sepanjang hidup.

      Waktu menunjukan sekitar pukul 8:30, Saya bersama Rombongan Nitamata mulai berkemas meninggalkan Lokasi dan menuju tempat wisata selanjutnya.

Terima Kasih, karena telah mau meluangkan sedikit waktu anda untuk membaca artikel yang berisi sedikit pengalaman dari kami, semoga ini dapat bermanfaat  bukan hanya untuk kami tapi juga dapat menjadi inspirasi maupun bahan perbandingan/Referensi untuk saudara Sebangsa dan setanah Air Indonesia. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sedikit Foto diLokasi :





    

    
    Kabupaten Sidenreng Rappang (sering disingkat dengan nama Sidrap) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sidenreng. Kabupaten Sidenreng Rappang berbatasan dengan Kota Parepare, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Wajo dan Kabupaten Soppeng. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.506,19 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 264.955 jiwa.

    Penduduk asli daerah ini adalah suku Bugis Muslim yang ta'at beribadah dan memegang teguh tradisi saling menghormati dan tolong-menolong. Di kabupaten ini dapat dengan mudah ditemui bangunan masjid yang besar dan permanen.
    Kabupaten dengan julukan Lumbung Padi ini memiliki destinasi wisata yang tidak kalah Menarik dengan taman wisata lainnya yang ada di Indonesia. Salah satunya yaitu, TAMAN WISATA PUNCAK BILA RIASE.
    
    Tanggal 08/07/2016, Saya Bersama Komunitas Adventure NITAMATA pergi untuk menyaksikan dan mencoba secara langsung berbagai wahana menarik ditempat wisata yang terletak di Jalan Poros Pare Sidrap, Bila Riase, Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan 91691, Indonesia. Taman Wisata Puncak Bila Riase ini merupakan salah satu tempat yang menarik untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga. Lokasinya ditempuh 30 menit dari Kota Sidrap, atau waktu tempuh sekitar 4-5 jam dari Kota Makassar, untuk bisa sampai di taman wisata seluas 50 Hektar, Mempunyai pemandangan yang begitu alami bernuansa perbukitan dengan deretan danau, persawahan, dan berbagai wahana permainan yang menjadikan tempat ini begitu mempesona sehingga mengundang minat para wisatawan dari dalam maupun luar daerah.


    Untuk masuk kedalam taman wisata ini anda harus menyediakan uang pembelian tiket seharga Rp.25.000 atau Rp.60.000 Untuk Semua Wahana (Dapat berubah sewaktu-waktu), Wahana permainan yang disediakan cukup menarik wisatawan, diantaranya :
  • Sepeda Air, dibilang sepeda keknya kurang tepat dehh, soalnya lebih mirip bebek gitu :v untuk bisa menikmati bersepeda di air anda harus membeli tiket seharga Rp.15.000 di loket pembelian. tapi tenang saja karna sepeda bebek ini muat untuk 2 orang.
  • Motor ATV, tau ATV kan? itu loh motor yang punya 4 roda!! nah untuk bisa tancap gas motor ini anda harus menyediakan uang senilai Rp.15.000 juga.
  • Canoe Boat, Tiketnya sama Rp.15.000 juga, main ginian bisa sambil basah-basahan sama diDoi :3 wkwkkw.
  • Flying fox, nahh aku kurang puas diwahana ini karena jalurnya hanya melewati sebuah danau buatan yang merupakan tempat bermain sepeda air yang mau dibilang pendek ya engga dibilang panjang yaaa engga juuga jadi lumayan lah. harga tiketnya senilai Rp.25.000.
  • Waterboom, kolam permandian ini terbilang terlalu kecil menurut saya, karna jika dilihat-lihat keknya udah kebanyakan orangnya dibandingkan airnya apalagi pas hari libur :v kwkwk jadi pendapat saya kolam ini kekecilan.
  • Kolam Pemancingan, Saya belum pernah mencoba mancing ditempat ini, jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa.
  • Balon Air, namanya bener gak sih? kita masuk dalam balon besar yang sudah diisi udara truss ditutup biar anginnya gak keluar!! pokoknya intinya itu kwkw :v, nah yang ini juga belum sempat nyobain dikarenakan banyak antrian waktu itu jadi ya cuman bisa ngeliatin orang :3 
  • Mandi Bola, ini bisa menjadi tempat yang cocok sebagai wahana bermain anak, di tempat ini terdapat balon besar yang dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk seperti Istana yang dimana didalamnya diisi banyak balon kecil agar dapat memanjakan sang buah hati. Berhubung saya sudah termasuk anak ABG (sok gede padahal masih minum susu :v) ya gak bisa masuk kata abangnya hihihi...
  • Dan masih banyak lagi tempat menarik yang bisa dijadikan spot foto-foto
Sedikit Foto Lokasi:







Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan, yang dibentuk pada 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No. 26 Tahun 2004. Ibukotanya ialah Mamuju. Luas wilayahnya sekitar 16,796.19 km². Suku-suku yang ada di provinsi ini terdiri dari Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan suku lainnya (19,15%). 

Provinsi yang berada di pantai barat sulawesi ini memiliki 6 kabupaten dengan berbagai keunikan dan keindahan alam yang pempesona. Salah satu di antaranya adalah Kabupaten Majene yang sering kali dijadikan tempat wisata karena memiliki keindahan alam yang luar biasa, tak terkecuali pantai yang ada di Majene. Salah satu pantai tersebut adalah Pantai Dato.

Pantai Dato Adalah adalah salah satu obyek wisata pantai tropis yang berada di Sulawesi Barat. Tepatnya di Dusun Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat.

Pantai Dato memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan pantai-pantai lainnya. Selain memiliki panorama alam pantai tropis yang sangat indah, pantai ini juga tergolong masih alami dan terjaga dengan baik. Oleh karena itu, Pantai Dato menjadi salah satu lokasi liburan bersama keluarga/kerabat yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari dalam maupun luar daerah terutama pada saat akhir pekan dan hari libur.

Tanggal 5/5/2016 kemarin, Saya bersama Rombongan pecinta alam Nitamata yang berencana ingin melihat secara langsung keindahan pantai yang menjadi salah satu andalan kabupaten majene ini berangkat menuju kediaman rekan kami yang berada di Sulawesi Barat tepatnya di kecamatan Wonomulyo, kabupaten Polman. 

Kami berangkat dari kota sidrap (Sidenreng Rappang) sekitar pukul 11 pagi menuju Wonomulyo yang berjarak sekitar 106Km dengan waktu tempuh kurang lebih 2,3 jam untuk sampai tujuan. dalam perjalanan kami sempat mengalami sedikit kendala karena harus pergi untuk mengambil peralatan Fotografi yang berada di kota Parepare. Hal itu cukup menyita waktu tetapi tidak sedikitpun menurunkan semangat kami, setelah mengambil peralatan tersebut Rombongan Nitamata melanjutkan perjalanan.







Air terjun Karawa adalah salah satu obyek wisata yang terletak di utara kota Pinrang, tepatnya di Kecamatan Lembang, Sulawesi Selatan. tempat ini banyak di kunjungi masyarakat, terutama pada hari raya atau hari libur, karena memiliki Pesona alam yang cukup eksotis.

Air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 60 meter ini berdurasi tempuh 1,5 jam dari ibukota Kabupaten Pinrang, atau sekitar 185Km dari Makassar. kondisi jalan sebagian beraspal sebagian tidak, tapi jangan khawatir pemandangan yang ditawarkan cukup memesona.

Tanggal 22/02/2016 Kemarin, Gw bersama orang-orang kece rombongan pecinta alam Nitamata yang penasaran akan keindahannya pergi mengunjungi tempat yang sempat menjadi buah bibir ini. kami berangkat dari kota sidrap (Sidenreng Rappang) sekitar pukul 10 pagi menuju tempat wisata yang berjarak sekitar 108Km dengan waktu tempuh kurang lebih 2,3 jam untuk sampai tujuan. dalam perjalanan kami sempat mengalami sedikit kendala karena harus singgah dan menunggu salah satu anggota yang terlupakan #kekjudullagu :D beberapa menit menunggu kami akhirnya melanjutkan perjalanan.

Nah setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang (pinggang gw kek mau copot :'v) kami akhirnya mulai memasuki daerah tempat wisata alam yang dituju (Daerah Pedalaman).

Yang namanya wisata "Alam" apalagi belum terjamah oleh manusia selalu membutuhkan "Perjuangan" untuk bisa sampai :'v. Karena kondisi jalan yang terbilang cukup sulit jadi kami terpaksa harus memarkir kendaraan di perumahan milik warga setempat dan harus berjalan kaki menuju lokasi. kalo cuman jalan-jalan biasa mungkin tidak melelahkan ya!! :D tapi ini gw harus mendaki naik gunung untuk melanjutkan perjalanan (capek) ditambah lagi jalan yang becek dan licin akibat kondisi cuaca yang kurang menguntungkan #Hujan.  tapi semua itu tidak menjadi penghalang bagi kami karena disepanjang jalan mata gw dimanjakan oleh keindahan alam yang kami lewati (luar biasa.. keren*_*).

Lemah, letih dan sesak nafas... itulah yang gw rasakan saat pertama tiba dilokasi air terjun #alaylebay, keringat yang bercucuran seakan menjadi saksi bisu  perjuangan kami... tapi semua itu serasa menghilang sesaat setelah gw melihat pemandangan alam yang luar biasa *_* keindahan air terjun setinggi 60 meter ditambah lagi bebatuan sekitar yang tersusun rapi seolah membentuk sebuah benteng yang kokoh cukup memanjakan mata gw (*_* Wow).

Maka nikmat tuhan kamu yang mana lagi yang kamu dustakan. Adalah Indonesia, Negeri zamrud khatulistiwa dengan hamparan keindahan alam yang begitu eksotis dan menawan. Negeri yang menawarkan begitu banyak keindahan. Ia membentang luas di daratan maupun di kedalaman Lautan. Membuat siapapun yang melihat dan mencicipi keindahan alam Indonesia akan berdecak kagum, karena ciptaan Allah SWT inilah yang sangat menyejukan hati dan menenangkan jiwa.

Masih banyak tempat-tempat indah di indonesia yang mungkin belum kita ketahui. jagalah alam maka alam akan menjagamu. Pemandangan alam itu gratis tapi sangat berharga, kalo mau bayar cukup menjaga dan merawatnya saja. #INDONESIAINDAH #LUARBIASA #KEREN

“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali Imran: 190-191)

Sedikit foto-foto lokasi










Instagram Post